Asumsi KPR Syariah dengan KPR Konvensional

KPR, Kredit Pemilikan Rumah

keluargamuslim_2

Admin yakin semua sudah faham apa itu KPR. Namun KPR konvesnional (dengan bank) berbeda dengan KPR Syariah. Walau begitu, ada yang bilang KPR Syariah sama saja dengan KPR konvensional, yaitu harga total yang dibayarkan lebih besar dari pada harga tunai.. sehingga tetap saja KPR Syariah dinilai mahal dibandingkan KPR Konvensional.

Untuk itu admin akan jelaskan hal simpel tentang KPR Syariah vs KPR Konvensional.

Yang membedakan KPR Syariah dengan Konvensional adalah akadnya, misal harga tunai adalah 100 juta. Bagaimanakah perbedaannya ?

KPR Konvensional

– Yang diakad-kan adalah harga Tunai-nya ;
– sementara total yang dibayarkan (Uang Muka + Total Cicilan yang mencapai 3 kali lipatnya) tidak sama dengan harga akad.

KPR Syariah

– Yang diakad-kan adalah harga Total-nya ;
– sehingga total yang dibayarkan sesuai dengan harga akad.

  • Padahal, pada KPR konvensional, keuntungan (baca : bunga) per tahunnya mencapai 13%.
  • Sedangkan pada KPR Syariah, mayoritas keuntungan (baca : margin) per tahunnya hanya 8%.

Jika nilai akad berbeda dengan total yang dibayarkan maka jatuhnya Riba.

Nah sesuai dengan judul artikel, apa sih asumsi KPR Konvensional dengan KPR Syariah,

Asumsinya adalah antara menikah dengan zina,

Sama rasanya, tapi yang membedakan adalah akadnya. Menikah dengan akad dan berzina tanpa akad.

Semoga asumsi sederhana ini bisa membantu pemahaman arti dari KPR Syariah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s